August 2018

August 12, 2018

Saya Beli Tangga telescopic karena ini alasannya


Beberapa hari yang lalu saya membeli tangga tipe teleskopik (telescopic). Tangga teleskopik itu tangga yang bisa dipendekkan/dipanjangkan seperti antena radio analog jaman dulu. Awalnya saya berpikir, tangga ini unik dan simple karena penyimpanannya tidak makan tempat seperti tangga biasa. Karena tempat saya sempit maka saya penginnya beli tangga yang simpel. Memang agak sedikit mahal, namun praktis banget. Meski praktis dan bisa diubah ukuran panjangnya seperti selongsong antena radio jaman dulu, namun tangga teleskopik sebenarnya kuat sekali. Karena beban yang bisa ditanggung adalah orang luar negeri seperti orang Amerika dan Eropa. Ia bisa menopang 150Kg.

Material tangga ini terbuat dari aluminium berkualitas digabung dengan material plastik keras warna hitam sebagai pengunci, menjadikan tangga ini cukup kuat. Jadi, kualitas tangga ini memang benar-benar bagus.


Pihak yang paling sering menggunakan tangga ini yang saya amati adalah perusahaan Telkomsel. Saya sering sekali melihat tenaga maintenance Telkomsel menggunakan tangga ini saat melakukan perbaikan di tiang-tiang jaringan.  Begitu melihat model tangga ini saya langsung tertarik, namun waktu itu saya tidak langsung beli karena ga punya uang dan harganya menurut saya cukup mahal 1.350.000,-. Uang sebanyak itu hanya untuk tangga? Hati saya berkata. Tapi di sisi lain saya selalu teringat dan tertarik pengin beli tangga telescopic setiap kali saya ada keperluan naik ke atap rumah. Akhirnya sedikit demi sedikit sambil ngumpulin uang saya cari penghasilan tambahan untuk bisa membeli tangga teleskopik tersebut.

Tangga yang saya beli yaitu merek eurone. Merek tangga teleskopik sebenarnya ada banyak, ada tangga teleskopik eurone, tangga telescopic machtek - uk, kraftwerk- germany, tangga telescopik  krisbow, tangga telescopik denko, dan masih banyak lagi.
Tertarik dengan tangga telescopik?

Cerita Merek Celana Dalam


*Merek Celana Dalam Laki-laki... ternyata ada artinya*

Ini  ceritanya …..  !!

Ibu Fitri... pergi ke pasar ingin membeli celana dalam untuk suaminya....!

Pedagang dengan semangat menawarkan dagangannya …
“Mari bu, dipilih dipilih, Ada merk *HINGS* sambil menyebutkan kepanjangannya _“Hebat, Ideal, Namun Gemar Selingkuh …””_

Ibu Fitri : (hanya tersenyum manis menanggapi perkataan  Pedagang).

Pedagang :
“Ada juga nih merk *SWAN* _“Suka Wanita Nakal…!!!”_

Ibu Fitri: (makin tersipu malu menanggapi perkataan  Pedagang).

Pedagang :
” Nah yang ini *GT-MAN* _“Goyangannya Tentu Mantap !!!”_

Lantaran gak tahan, akhirnya si Ibu pun menyahut :
“Saya cari *RIDER* bang … _“Rodo Ireng Dowo Enak Rasane”_

Pedagang : haaa..haa....haa.... (mantap kali ibu ini)

August 5, 2018

Gus Dur & pedagang ikan di mesir (gokil abis)


Diceritakan kembali oleh: #kaP
Disadur dari akun Ki Alit Pranakarya pada halaman FSSN (Forum Silaturahmi Spiritual Nusantara)
Begini ceritanya:

Saat kuliah di kairo, teman satu kontrakan Gus Dur jumlahnya sekitar 20 orang.
Isinya mahasiswa dari indonesia semua.

Agar adil dan tidak terjadi kecemburuan, maka diadakan pembagian tugas dan jadwal kerja diatur sangat rapi.
Siapa yg bertugas membersihkan rumah dan memasak untuk seluruh penghuni sudah ditetapkan sesuai kesepakatan bersama.

Apabila Gusdur dapat giliran memasak, penghuni rumah sangat senang karena masakannya lumayan enak dan sedikit mewah untuk ukuran mahasiswa perantauan.
Pernah beberapa kali kesempatan Gus Dur memasak kepala ikan sejenis kakap dalam porsi yg banyak. Padahal kalau dipikir-pikir anggarannya mepet, tidak mungkin Gusdur tidak Nombok.
Tapi pikiran itu cuma dipendam teman-teman sesama penghuni kontrakan, yang penting makan enak perut kenyang.

Suatu hari giliran teman Gusdur, sebut saja Ali mendapat jatah masak.
Dia keliling-keliling pasar dan tanpa sengaja sampai di los khusus penjual ikan. Kebetulan penjualnya orang turki.
Karena sipenjual ramah, maka terciptalah obrolan yg hangat.
Begitu tahu si Ali orang indonesia, si penjual bertanya:


"anda kenal yang namanya WAHID enggak?dia orang indonesia juga. orangnya gemuk dan berkacamata."
"Oh iya,kenal banget, malah dia teman satu rumah saya," kata Ali.
"Wahid itu orangnya aneh, setahu saya dia seorang Muslim, tapi kok katanya dia memelihara anjing, jumlahnya sekitar 20 lagi. Kalau dia datang ke sini, bukannya belanja, tapi cuma meminta kepala ikan untuk dikasihkan ke anjing-anjingnya. Kebetulan kepala ikan itu tidak berguna, jadi daripada saya buang lebih baik saya berikan dia," kata sipenjual ikan panjang lebar.

Si Ali berpikir cepat, lalu memaki-maki dalam hati. Blaik tenan Gus Dur iki !(payah banget Gusdur ini). Dia baru sadar bagaimana cara Gusdur mendapatkan kepala ikan yang di masak untuk teman satu kontrakannya.

Ali bergegas pulang dan menceritakan soal itu kepada teman-teman lainnya.

Malamnya Gusdur pun di "sidang".
"Sialan, jadi selama ini kamu anggap kita ini anjing ?."kata mereka serempak.

Dasar Gusdur bocah MBAMBUNG di usia mudanya, dia cuma cengar cengir, sambil bergegas pergi meninggalkan kawan-kawannya itu lalu sambil berkata, Gitu Aja Kok Repot..!! hahahaha...

#Selamat_Ultah_Gus_04_Agustus_1940.
#Kami_rindu_humor_gokilmu