November 6, 2018

Akhirnya Panasonic mengeluarkan produk smartphone


Siapa yang tak kenal panasonic, perusahaan elektronik seperti radio, televisi, dan perlengkapan rumah tangga lain. Akhirnya, kini ia ingin bersaing di segmen smartphone. Ia ingin menikmati lezatnya "pizza" di segmen ini. Ya, ditandai dengan produk pertamanya Smartphone Panasonic P75. Dari spek yang saya lihat sepertinya ia ingin menjajal kalangan entry-level terlebih dulu. Istilahnya melihat "suasana pasar". Baca sampai selesai info lebih lengkapnya di sini.

Cukup diacungi jempol jika Panasonic berani mencobanya, karena melihat sejarah, ada beberapa perusahaan ponsel yang dulu eksis sekarang tumbang, bahkan ada yang tinggal nama. Tidak menutup kemungkinan Panasonic ini akan menjadi pemain baru yang aktif khususnya di pasar Indonesia. Kita doakan saja.

Dari ciri-ciri produk terbarunya, memang ia menyasar ke segmen entry level. Spesifikasi yang ditempelkan pada Panasonic P75 ini di antaranya RAM yang baru 1 GB, prosesor yang masih 1.3 GHz dari mediatek dan ruang penyimpanan yang baru 8GB. But, no problemo. Ada keunggulan yang menempel pada P75 ini. Apa? Baterai yang ada di badannya cukup besar, yaitu 5000 mAh. Dan layarnya 5 inch.



Dengan layar 5 inci, sementara ia di-support baterai berkapasitas besar, ia akan kuat dan tahan lama :). Ya tentunya. Ya kan..! Ya kan.... :V. Karekteristik ini cocok banget buat siapa saja yang baru beralih ke smartphone dan berprinsip "yang penting baterainya awet".

Lalu.. lalu.. apa lagi yang ada di panasonic ini.
Meski yang baru saya sebutkan ruang penyimpanan hanya 8 GB, namun jangan khawatir, bisa di tambahkan memori eksternal ko, atau pakai flashdisk OTG. Kalau penuh tinggal transfer ke flashdisk.

Nah kalau pengin selfi, kameranya ada 8 Mega pixel. Udah disertai LED flash untuk melengkapi cahaya saat malam ataupun menyempurnakan pencahayaan pada saat siang hari.

Kalau saya pikir-pikir, sayang seribu sayang, smartphone ini masih menggunakan jaringan 3g. Sepertinya panasonic sangat kehilangan produknya di poin ini. Kalau menurut saya, spek boleh kecil namun jaringan jangan harus mengikuti kualitas jaringan yang ada. Kenapa? Tentu karena orang lebih banyak mengakses internet dan sosial media. Yang diperlukan kecepatan akses.

Itulah kira-kira menurut komentar saya tentang produk smartphone panasonic. Dari spesifikasi yang ada, mungkin anda masih mempertimbangkan untuk membelinya, atau sebagai hadiah buat saudara di kampung.

Satu lagi berkaitan dengan Panasonic masuk ke segmen ini. Saya yakin kalau masalah chipset ia tidak asing lagi karena backgroundnya yang memang di bidang elektronik, tinggal ia mampu mengeluarkan modalnya atau tidak, untuk membuat design smartphone dan menyertakan spesifikasi terbaiknya, tentunya agar mendapat simpati pasar.

September 16, 2018

Karomah Abuya Dimyati Cidahu, Pandeglang


KH.Muhammad Dimyati yang biasa dipanggil dengan Buya Dimyati merupakan sosok Ulama Banten yang memiliki karismatik, beliau lahir sekitar tahun 1925 anak pasangan dari H. Amin dan Hj. Ruqayah. Sejak kecil Buya Dimyati sudah menampakan kecerdasannya dan keshalihannya, beliau belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya mulai dari Pon-pes Cadasari, kadupeseng Pandeglang, ke Plamunan hingga ke Pleret Cirebon.

Buya Dimyati sosok ulama yang cukup sempurna dalam menjalankan perintah agama, beliau bukan saja mengajarkan dalam ilmu syari’ah tapi juga menjalankan kehidupan dengan metode bertashauf, tarekat yang di anutnya tarekat Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka wajar jika dalam perilaku sehari-hari beliau penuh tawadhu’,istiqomah ,zuhud dan ikhlas. Banyak dari beberapa pihak maupun wartawan yang coba untuk mempublikasikan kegiatannya di pesantren selalu di tolak dengan halus oleh Buya Dimyati begitupun ketika beliau di beri sumbangan oleh para pejabat beliau selalu menolak dan mengembalikan sumbangan tersebut, hal ini pernah dialami ketika Buya Dimyati di beri sumbangan Oleh Mba Tutut ( Anak Mantan presiden Soeharto) sebesar 1 milyar beliau mengembalikannya. Buya Dimyati merintis pesantren di desa Cidahu Pandeglang sekitar tahun 1965 beliau banyak melahirkan ulama-ulama ternama seperti Habib Hasan bin ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di Jakarta dan masih banyaklagi murid-murid beliau yang mendirikan pesantren.

Masa kecil Abuya dihabiskan di kampung kelahirannya; Kalahang. Awal menuntut ilmu, Abuya dididik langsung oleh ayahandanya, Syaikh Muhammad Amin bin Dalin. Lalu melanjutkan berkelana menuntut ilmu agama, sampai-sampai dalam usia sudah setengah baya. Di sekitar tahun 1967-1968 M, beliau berangkat mondok lagi bersama putra pertama dan beberapa santri beliau (hal. 168). Dahaga akan ilmu tiada habis, satu hal yang mungkin tidak masuk akal bila seorang yang sudah menikah dan punya putra berangkat mondok lagi, bahkan bersama putranya. Tapi itulah Abuya Dimyathi, ketulusannya dalam menimba ilmu agama dan mensyiarkannya membawa beliau pada satu tingkat di atas khalayak biasa.
Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru-guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantany. Kata Abuya, para kiai sepuh tersebut adalah memiliki kriteria kekhilafahan atau mursyid sempurna, setelah Abuya berguru, tak lama kemudian para kiai sepuh wafat.(hal 396).

Abuya Dimyati Cidahu Pandeglang

Ketika mondok di Watucongol, Abuya sudah diminta untuk mengajar oleh Mbah Dalhar. Satu kisah unik ketika Abuya datang pertama ke Watucongol, Mbah Dalhar memberi kabar kepada santri-santri besok akan datang ‘kitab banyak’. Dan hal ini terbukti mulai saat masih mondok di Watucongol sampai di tempat beliau mondok lainya, hingga sampai Abuya menetap, beliau banyak mengajar dan mengorek kitab-kitab. Di pondok Bendo, Pare, Abuya lebih di kenal dengan sebutan ‘Mbah Dim Banten’ dan mendapat laqob ‘Sulthon Aulia’, karena Abuya memang wira’i dan topo dunyo. Pada tiap Pondok yang Abuya singgahi, selalu ada peningkatan santri mengaji dan ini satu bukti tersendiri di tiap daerah yang Abuya singgahi jadi terberkahi.
Karomah.

Mahasuci Allah yang tidak membuat penanda atas wali-Nya kecuali dengan penanda atas diri-Nya. Dan Dia tidak mempertemukan dengan mereka kecuali orang yang Dia kehendaki untuk sampai kepada-Nya. (al Hikam)
Wallahu a’lam. Ada banyak cerita tak masuk akal dalam buku ini, namun kadar ”gula-gula” tidaklah terasa sebab penitikberatan segala kisah perjuangan Abuya lebih diambil dari orang-orang yang menjadi saksi hidupnya (kebanyakan dari mereka masih hidup) dan dituturkan apa adanya. Abuya memang sudah masyhur wira’i dan topo dunyo semenjak masih mondok diusia muda. Di waktu mondok, Abuya sudah terbiasa tirakat, tidak pernah terlihat tidur dan istimewanya adalah menu makan Abuya yang hanya sekedar. Beliau selalu menghabiskan waktu untuk menimba ilmu, baik dengan mengaji, mengajar atau mutola’ah. Sampai sudah menetap pun Abuya masih menjalankan keistiqamahannya itu dan tidak dikurangi bahkan ditambah.
Di tahun 1999 M, dunia dibuat geger, seorang kiai membacakan kitab tafsir Ibnu Jarir yang tebalnya 30 jilid. Banyak yang tidak percaya si pengajar dapat merampungkannya, tapi berkat ketelatenan Abuya pengajian itu dapat khatam tahun 2003 M. Beliau membacakan tafsir Ibnu Jarir itu setelah Khatam 4 kali khatam membacakan Tafsir Ibnu katsir (4 jilid).

Salah satu cerita karomah yang diceritakan Gus Munir lagi adalah, di mana ada seorang kyai dari Jawa yang pergi ke Maqam Syeikh Abdul Qadir al-Jailani di Irak. Ketika itu, kyai tersebut merasa sangat bangga kerana banyak kyai di Indonesia paling jauh mereka ziarah adalah maqam Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi dia dapat menziarahi sampai ke Maqam Syeikh Abdul Qadir al-Jailani. ketika sampai di maqam tersebut, maka penjaga maqam bertanya padanya, "Dari mana kamu (Bahasa Arab)?" Si Kyai menjawab, "Dari Indonesia." Maka penjaganya langsung bilang, "Oh di sini ada setiap malam Juma'at seorang ulama Indonesia yang kalau datang ziarah dan duduk saja depan maqam, maka segenap penziarah akan diam dan menghormati beliau, sehinggalah beliau mula membaca al-Qur'an, maka penziarah lain akan meneruskan bacaan mereka sendiri-sendiri.

Mendengar hal itu Kyai tadi kaget, dan berniat untuk menunggu sampai malam jumaat agar tahu siapa sebenarnya ulama tersebut. Ternyata pada hari yang ditunggu-tunggu, ulama tersebut adalah Abuya Dimyati. Maka kyai tersebut terus kagum, dan ketika pulang ke Jawa, dia menceritakan bagaimana beliau bertemu Abuya Dimyati di maqam Syeikh Abdul Qadir al-Jailani ketika itu Abuya masih di pondok dan mengaji dengan santri-santrinya.
Cerita-cerita lain tentang karomah Abuya, dituturkan dan membuat kita berdecak kagum. Subhanallah! Misal seperti; masa perjuangan kemerdekaan dimana Abuya di garis terdepan menentang penjajahan; kisah kereta api yang tiba-tiba berhenti sewaktu akan menabrak Abuya di Surabaya; kisah angin mamiri diutus membawa surat ke KH Rukyat. Ada lagi kisah Abuya bisa membaca pikiran orang; kisah nyata beberapa orang yang melihat dan bahkan berbincang dengan Abuya di Makkah padahal Abuya telah meninggal dunia. Bahkan kisah dari timur tengah yang mengatakan bahwa Abuya tiap malam jumat ziarah di makam Syech Abdul Qodir al Jailani dan hal-hal lain yang tidak masuk akal tapi benar terjadinya dan ada (berikut saksi-saksi hidupnya).

Buya Dimyati merintis pesantren di desa Cidahu Pandeglang sekitar tahun 1965 beliau banyak melahirkan ulama-ulama ternama seperti Habib Hasan bin ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di Jakarta dan masih banyak lagi murid-murid beliau yang mendirikan pesantren
Tanggal 3 october 2003 tepat hari jum’at dini hari KH.Muhammad Dimyati dipanggil oleh Alloh SWT keharibaannya. Banten telah kehilangan sosok ulama yang karismatik dan tawadhu’yang menjadi tumpuan berbagai kalangan masyarakat untuk dimintai nasihatnya bukan hanya dari masyarakat Banten saja tapi juga umat islam pada umumnya. Beliau dimaqomkan tak jauh dari rumahnya di Cidahu Pandeglang. Hingga kini maqom tersebut selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di tanah air.

Atas meninggalnya ulama krismatik di Desa Cidahu, Cadasari, Pandeglang-Banten, KH Abuya Muhammad Dimyati, hari Jum'at (3/10) umat Islam sangat kehilangan. Ulama besar yang jadi tumpuan berbagai kalangan masyarakat untuk dimintai nasihatnya bukan saja masyarakat Banten yang kehilangan, namun umat Islam umumnya.
Kepada ruh beliau mari kita baca fatihah.. ila hadoroti ruhi, Al-fatihah..

Sumber:
Share dari akun Siti Arrahmah Abdullah di facebook:

Teruntuk penulis asli jika ada keberatan dengan tulisan ini saya share di halaman ini, silahkan kontak admin melalui form kontak pada menu. Dua kebijakan bisa dipilih dengan menyertakan link asli ataupun di-delete halaman ini.

August 12, 2018

Saya Beli Tangga telescopic karena ini alasannya


Beberapa hari yang lalu saya membeli tangga tipe teleskopik (telescopic). Tangga teleskopik itu tangga yang bisa dipendekkan/dipanjangkan seperti antena radio analog jaman dulu. Awalnya saya berpikir, tangga ini unik dan simple karena penyimpanannya tidak makan tempat seperti tangga biasa. Karena tempat saya sempit maka saya penginnya beli tangga yang simpel. Memang agak sedikit mahal, namun praktis banget. Meski praktis dan bisa diubah ukuran panjangnya seperti selongsong antena radio jaman dulu, namun tangga teleskopik sebenarnya kuat sekali. Karena beban yang bisa ditanggung adalah orang luar negeri seperti orang Amerika dan Eropa. Ia bisa menopang 150Kg.

Material tangga ini terbuat dari aluminium berkualitas digabung dengan material plastik keras warna hitam sebagai pengunci, menjadikan tangga ini cukup kuat. Jadi, kualitas tangga ini memang benar-benar bagus.


Pihak yang paling sering menggunakan tangga ini yang saya amati adalah perusahaan Telkomsel. Saya sering sekali melihat tenaga maintenance Telkomsel menggunakan tangga ini saat melakukan perbaikan di tiang-tiang jaringan.  Begitu melihat model tangga ini saya langsung tertarik, namun waktu itu saya tidak langsung beli karena ga punya uang dan harganya menurut saya cukup mahal 1.350.000,-. Uang sebanyak itu hanya untuk tangga? Hati saya berkata. Tapi di sisi lain saya selalu teringat dan tertarik pengin beli tangga telescopic setiap kali saya ada keperluan naik ke atap rumah. Akhirnya sedikit demi sedikit sambil ngumpulin uang saya cari penghasilan tambahan untuk bisa membeli tangga teleskopik tersebut.

Tangga yang saya beli yaitu merek eurone. Merek tangga teleskopik sebenarnya ada banyak, ada tangga teleskopik eurone, tangga telescopic machtek - uk, kraftwerk- germany, tangga telescopik  krisbow, tangga telescopik denko, dan masih banyak lagi.
Tertarik dengan tangga telescopik?

Cerita Merek Celana Dalam


*Merek Celana Dalam Laki-laki... ternyata ada artinya*

Ini  ceritanya …..  !!

Ibu Fitri... pergi ke pasar ingin membeli celana dalam untuk suaminya....!

Pedagang dengan semangat menawarkan dagangannya …
“Mari bu, dipilih dipilih, Ada merk *HINGS* sambil menyebutkan kepanjangannya _“Hebat, Ideal, Namun Gemar Selingkuh …””_

Ibu Fitri : (hanya tersenyum manis menanggapi perkataan  Pedagang).

Pedagang :
“Ada juga nih merk *SWAN* _“Suka Wanita Nakal…!!!”_

Ibu Fitri: (makin tersipu malu menanggapi perkataan  Pedagang).

Pedagang :
” Nah yang ini *GT-MAN* _“Goyangannya Tentu Mantap !!!”_

Lantaran gak tahan, akhirnya si Ibu pun menyahut :
“Saya cari *RIDER* bang … _“Rodo Ireng Dowo Enak Rasane”_

Pedagang : haaa..haa....haa.... (mantap kali ibu ini)

August 5, 2018

Gus Dur & pedagang ikan di mesir (gokil abis)


Diceritakan kembali oleh: #kaP
Disadur dari akun Ki Alit Pranakarya pada halaman FSSN (Forum Silaturahmi Spiritual Nusantara)
Begini ceritanya:

Saat kuliah di kairo, teman satu kontrakan Gus Dur jumlahnya sekitar 20 orang.
Isinya mahasiswa dari indonesia semua.

Agar adil dan tidak terjadi kecemburuan, maka diadakan pembagian tugas dan jadwal kerja diatur sangat rapi.
Siapa yg bertugas membersihkan rumah dan memasak untuk seluruh penghuni sudah ditetapkan sesuai kesepakatan bersama.

Apabila Gusdur dapat giliran memasak, penghuni rumah sangat senang karena masakannya lumayan enak dan sedikit mewah untuk ukuran mahasiswa perantauan.
Pernah beberapa kali kesempatan Gus Dur memasak kepala ikan sejenis kakap dalam porsi yg banyak. Padahal kalau dipikir-pikir anggarannya mepet, tidak mungkin Gusdur tidak Nombok.
Tapi pikiran itu cuma dipendam teman-teman sesama penghuni kontrakan, yang penting makan enak perut kenyang.

Suatu hari giliran teman Gusdur, sebut saja Ali mendapat jatah masak.
Dia keliling-keliling pasar dan tanpa sengaja sampai di los khusus penjual ikan. Kebetulan penjualnya orang turki.
Karena sipenjual ramah, maka terciptalah obrolan yg hangat.
Begitu tahu si Ali orang indonesia, si penjual bertanya:


"anda kenal yang namanya WAHID enggak?dia orang indonesia juga. orangnya gemuk dan berkacamata."
"Oh iya,kenal banget, malah dia teman satu rumah saya," kata Ali.
"Wahid itu orangnya aneh, setahu saya dia seorang Muslim, tapi kok katanya dia memelihara anjing, jumlahnya sekitar 20 lagi. Kalau dia datang ke sini, bukannya belanja, tapi cuma meminta kepala ikan untuk dikasihkan ke anjing-anjingnya. Kebetulan kepala ikan itu tidak berguna, jadi daripada saya buang lebih baik saya berikan dia," kata sipenjual ikan panjang lebar.

Si Ali berpikir cepat, lalu memaki-maki dalam hati. Blaik tenan Gus Dur iki !(payah banget Gusdur ini). Dia baru sadar bagaimana cara Gusdur mendapatkan kepala ikan yang di masak untuk teman satu kontrakannya.

Ali bergegas pulang dan menceritakan soal itu kepada teman-teman lainnya.

Malamnya Gusdur pun di "sidang".
"Sialan, jadi selama ini kamu anggap kita ini anjing ?."kata mereka serempak.

Dasar Gusdur bocah MBAMBUNG di usia mudanya, dia cuma cengar cengir, sambil bergegas pergi meninggalkan kawan-kawannya itu lalu sambil berkata, Gitu Aja Kok Repot..!! hahahaha...

#Selamat_Ultah_Gus_04_Agustus_1940.
#Kami_rindu_humor_gokilmu